Semangat Juang Leicester yang Memenangkan Banyak Poin

By | Mei 3, 2016

Leicester City Tak ada resep rahasia dari perjalanan impresif Leicester City musim ini. The Foxes cuma berbekal kerja keras, juga semangat pantang menyerah.

Leicester memegang penuh nasibnya sendiri dalam perburuan gelar juara Premier League. Meski kegagalan menang atas Manchester United akhir pekan kemarin menunda pesta juara mereka, mereka cuma perlu memastikan diri bangkit dan menang di laga berikutnya untuk juara.

Bahkan kalau keberuntungan memihak mereka, tak perlu bersusah payah memenangi laga berikutnya. Ya, kalau Tottenham Hotspur tak memetik kemenangan di markas Chelsea, Selasa (3/5/2016) dinihari WIB nanti, Leicester dipastikan juara.

Bagaimanapun, gambar besarnya adalah betapa Leicester mematahkan prediksi dan tampil mengejutkan. Mereka cuma kalah tiga kali dalam 36 pekan, paling sedikit di Premier League, juga paling banyak menang yakni 22 kali. Padahal skuat mereka jauh kalah mentereng dibandingkan para raksasa.

Salah satu kekuatan Leicester yang dianggap menonjol adalah kerja keras tim. Mereka selalu bekerja bersama-sama secara kompak, gigih menekan sampai pertahanan lawan, dan bertahan dengan seluruh pemain.

Satu hal lainnya yang disebut Marc Albrighton menjadi kunci adalah timnya tak mudah menyerah, meski dalam posisi tertinggal.

“Kami punya sikap tidak pernah putus asa. Saya rasa itu sudah memenangkan kami banyak poin di musim ini,” kata Albrighton kepada Sky Sports.

“Di awal musim ini, Anda melihat hasil imbang di Stoke dan Southampton, kami tertinggal 0-2 lebih dulu di laga-laga itu. Dan juga tertinggal 0-2 di kandang melawan Villa (yang kemudian berbalik menang 3-2).”

“Itu menunjukkan karakter kami bahkan sejak awal musim dan kami sudah terus melakukan itu. Kami tertinggal lebih dulu di Old Trafford, yang mana merupakan tempat menakutkan.”

“Ini adalah sebuah lapangan yang besar dan para penggemar mendukung mereka. Tapi kredit untuk para pemain, kami terus berusaha, mendapatkan gol penyama, dan mempertahankannya,” tandasnya.

Di MU, Leicester tertinggal lebih dulu oleh gol Anthony Martial sebelum kemudian membalas melalui Wes Morgan.

Sumber : Detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *