Spanyol Telah Banyak Belajar Dari Piala Dunia 2014

By | Juni 6, 2016

Timnas Spanyol

Dua tahun silam, timnas Spanyol tampil di Piala Dunia dengan status menjadi juara bertahan dan calon juara. Akan tetapi, La Furia Roja justru tak berhasil lolos dari fase grup.

Spanyol, yang saat itu masuk di Grup B bersama Belanda, Chile, dan Australia, gagal di dua pertandingan pertama. Usai ditundukkan Belanda 1-5, Spanyol gagal 0-2 dari Chile. Keberhasilan 3-0 dari Australia di pertandingan terakhir pun telah tak sanggup menyelamatkan mereka.

Sekarang, di Piala Eropa 2016, Spanyol kembali masuk ke turnamen dengan status menjadi juara bertahan dan salah satu calon juara. Untuk sekarang ini, mereka masuk di Grup D bersama dengan Republik Ceko, Turki, dan Kroasia.

Manajer Spanyol, Vicente del Bosque, mengatakan bahwa skuadnya telah belajar dari kekalahan dua tahun lalu.

“Kita mesti bisa membedakan antara tujuan dan kewajiban. Memenangkan Piala bukanlah sebuah kewajiban,” kata Del Bosque. “Selalu terdapat pelajaran berharga yang dapat diperoleh saat kita gagal.”

Del Bosque juga menyangkal jika kegagalan dua tahun silam diakibatkan pemain-pemainnya terlalu percaya diri. Ia mengatakan bahwa para pemainnya tak pernah merasa hebat ketimbang tim-tim lainnya.

“Kami tak pernah mencari alasan untuk membela diri. Kami tak pernah merasa hebat atau tak terkalahkan.”

“Kami melakoni sebuah kompetisi dengan gairah maksimal, yaitu untuk melindungi titel juara yang kami peroleh empat tahun silam.”

“Keadaannya sama ketika Euro 2012, namun tanggung jawab kami sekarang ini lebih besar sebab kami mesti mempertahankan titel yang kami dapatkan dalam dua edisi berturut-turut,” ucap Del Bosque.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *