Suarez Sempat Tak Yakin Dirinya Cukup Baik untuk Perkuat Barca

By | Maret 28, 2016

Luis SuarezDi Barcelona Luis Suarez yang berubah jadi salah satu penyerang terbaik dunia. Ketika awalnya dirinya justru tidak percaya memiliki keahlian yang cukup bagus untuk bermain dengan Lionel Messi dan rekan setimnya.

Dengan melakoni musim keduanya di Camp Nou, Suarez memperlihatkan jika Barca tak percuma merekrut dengan dana yang mahal dari Liverpool. Bukan hal itu saja, The Catalans justru di awalnya dinyatakan berjudi dengan memboyong Suarez lantaran penyerang asal Uruguay tersebut mesti melakoni periode hukuman panjang karena disebabkan aksi gigitnya di ajang Piala Dunia 2014.

Usai musim debut yang cukup mengesankan, Suarez melakoni musim kedua yang sangat mengesankan. Dengan bersama Messi dan Neymar dirinya berhasil menciptakan trio yang sangat mengesankan di posisi lini depan Barcelona. Yang hebatnya, sekarang ini Suarez menjadi yang paling subur di antara mereka bertiga.

“Saya bermimpi bisa memperkuat klub Barcelona, namun bahkan saya tak yakin sebelumnya saya cukup baik agar dapat menjadi pemain dengan bernomor punggung 9 di Barcelona. Anda kerap bermimpi dapat bertanding dengan tim yang paling oke dan saya sekarang ini telah berhasil merealisasikannya bersama Messi, Neymar, Iniesta, Busquets serta pemain lainnya,” papar Suarez.

Di ajang Liga Spanyol saja Suarez telah berhasil menorehkan sebanyak 26 gol, dirinya yang hanya mengalami kekalahan dua gol dari Cristian Ronaldo yang sekarang ini menghuni di peringkat teratas. Sedangkan Messi yang menghuni di peringkat ketiga dengan perolehan 22 gol.

“Kami tak perduli siapa yang menciptakan gol, yang paling penting tim dapat bertanding dengan baik. Bersama-sama (Messi dan Neymar) kami merasa amat senang, takkan terdapat kecemburuan di antara kami. Dan semua berlangsung secara alami saja.”

“Saya kerap merasa selalu berada pada tekanan di kubu-kubu sebelumnya – saya yang memposisikan diri saya pada tekanan itu ketika tim mengalami kegagalan dalam meraih kemenangan, saya pikir saya yang terus menerus menyalahkan diri sendiri pada saat itu. Saya sekarang sudah mengangkat beban itu dan hal tersebut menyebabkan saya rileks dan menikmati diri saya sendiri ketika bermain,” tuntasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *